4 Bantuan yang akan Disalurkan pada 2022 dan Cara Mendapatkannya,BLT UMKM juga Diperpanjang?

By | January 3, 2022

Pemerintah masih akan menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat pada 2022.

Beberapa bantuan yang disalurkan adalah bantuan reguler dari kementerian terkait.

Di antara empat bantuan itu adalah Kartu Prakerja dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa.

Bantuan ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat, terlebih bagi mereka yang terdampak pandemi.

Namun yang masih menjadi tanda tanya, apakah BLT UMKM juga akan diperpanjang pada 2022?

Selengkapnya, inilah empat bantuan yang akan disalurkan pada 2022 dan cara mendapatkannya:

1. Program Keluarga Harapan

Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi bantuan yang resmi diperpanjang pada 2022.

PKH adalah bantuan reguler dari Kementerian Sosial (Kemensos) sehingga bantuan ini akan terus berjalan baik ada maupun tidak ada pandemi.

PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

PKH disalurkan setiap tiga bulan sekali dalam empat tahap, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober

Penyaluran PKH melalui bank anggota Himpunan Bank Negara (HIMBARA) yaitu BNI, BRI, Bank Mandiri, dan BTN.

Sejak PKH diluncurkan, keluarga yang masuk kategori miskin bisa menerima bantuan tunai dari pemerintah.

Bagi warga miskin yang sudah dinyatakan terdaftar sebagai penerima PKH oleh verifikator, rumah tempat tinggal penerima akan ditempeli stiker yang menunjukan penghuni rumah berhak mendapatkan bantuan.

Biasanya, penerima bantuan PKH diusulkan oleh pihak desa sehingga mereka terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.

Namun, bagi masyarakat yang belum terdaftar, bisa mengusulkan diri secara online dan mengajukan diri sebagai penerima PKH.

Berikut caranya:

– Unduh aplikasi Cek Bansos

Pengunduhan aplikasi “Cek Bansos” bisa dilakukan melalui PlayStore.

Pastikan yang diunduh adalah aplikasi Cek Bansos resmi dari Kemensos.

– Registrasi

Siapkan NIK KTP, dan KK.

Setelah berhasil registrasi, Anda sudah dapat mengkses layanan menu pada aplikasi Cek Bansos.

– Pilih menu daftar usulan untuk mendaftarkan diri, keluarga atau masyarakat yang sudah terdata di DTKS Kemensos untuk mendapat bansos PKH

– Pilih ‘tambah usulan’

– Setelah itu sistem akan mencocokkan nama, NIK, KK, status kesesuaian Dukcapil dan kesesuaian pengusul sesuai data DTKS Kemensos

– Berikutnya, Anda tinggal pilih jenis bansos Kemensos meliputi PKH atau Kartu Sembako;

Jika data Anda berhasil diusulkan, maka akan muncul nama, NIK dan status kesesuaian Dukcapil, kesesuaian wilayah dengan pengusul KK.

Jika data Anda berhasil diusulkan, maka akan muncul nama, NIK dan status kesesuaian Dukcapil, kesesuaian wilayah dengan pengusul KK.

2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)

Bantuan dari Kemensos yang ikut diperpanjang pada 2022 adalah Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) alias Kartu Sembako.

Sama seperti PKH, BPNT juga menjadi bansos reguler dari Kemensos yang akan terus berjalan.

Penyaluran dilakukan setiap bulan selama periode Januari–Desember melalui Bank Himbara, meliputi BNI, BRI, Mandiri dan BTN), dan agen yang ditunjuk.

Indeks bantuan ditetapkan sebesar Rp 200 ribu/bulan/Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyaluran BPNT melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warong yang bekerjasama dengan bank.

Bantuan ini diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pangan, misalnya beras, telur, kacang hijau, kacang tanah, buah jeruk, buah apel, hingga bawang.

Sama seperti PKH, penerima Kartu Sembako juga diusulkan oleh pihak desa dan terdaftar di DTKS.

Cara mendaftarkan diri agar bisa menjadi penerima bantuan ini juga sama seperti penerima PKH.

Adapun syarat syarat untuk mendaftar sebagai calon penerima bansos PKH dan Kartu Sembako adalah:

– Calon penerima bansos PKH dan Kartu Sembako adalah WNI

– Calon penerima bansos PKH dan Kartu Sembako termasuk dalam kelompok keluarga miskin/rentan miskin

– Calon penerima bansos PKH dan Kartu Sembako bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri

– Calon penerima bansos PKH dan Kartu Sembako adalah warga terdampak Covid-19 atau kehilangan mata pencaharian karena pemutusan hubungan kerja (PHK)

3. Kartu Prakerja

Program Kartu Prakerja menjadi program bantuan yang juga dilanjutkan pada 2022.

Sehingga masyarakat yang belum lolos pada program Kartu Prakerja tahun 2021 dapat mendaftarkan diri kembali.

Pada 2022, program Kartu Prakerja akan memasuki gelombang 23.

Sayangnya, belum diketahui secara pasti, kapan pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 23 pada 2022 akan dibuka.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pelaksanaan Kartu Prakerja gelombang 23 akan dibahas dan diputuskan dalam rapat komite.

Pihaknya mengatakan, setelah rapat komite dilaksanakan, maka kemungkinan besar pembukaan gelombang 23 akan dimulai pada bulan kedua tahun depan.

“Tentunya nanti sekitar akhir atau pun awal Februari kita akan umumkan kapan gelombang 23 akan dimulai,” ungkap Airlangga.

Kartu Prakerja adalah bantuan biaya pelatihan bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilannya.

Dilansir laman resmi Kartu Prakerja, program ini tidak hanya untuk mereka yang sedang mencari pekerjaan, tapi juga buruh, karyawan, dan pegawai.

Semua WNI berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang sekolah atau kuliah, boleh mendaftar.

Berikut cara mendaftar Kartu Prakerja secara online:

a. Membuat akun Prakerja

– Masuk ke situs www.prakerja.go.id dan pilih menu Daftar Sekarang.

– Masukan nama lengkap, alamat e-mail, dan kata sandi baru.

– Cek email masuk dari akun Prakerja dan ikuti petunjuk untuk konfirmasi akun email.

– Setelah konfirmasi akun e-mail berhasil, kembali ke situs Prakerja

b. Isi data diri

– Login akun Prakerja.

Anda bisa memasukkan alamat e-mail dan kata sandi yang baru dibuat.

Nantinya, Anda diminta untuk verifikasi KTP, mengisi data diri, dan nomor HP.

– Kemudian, masukan nomor KTP, nomor Kartu Keluarga, lalu klik Lanjutkan

– Isikan data diri lengkap sesuai formulir Kartu Prakerja.

Misalnya, mengenai nama lengkap, alamat email, alamat tempat tinggal, alamat domisili, pendidikan, status kebekerjaan, foto KTP, dan foto selfie dengan KTP.

Kemudian, klik Lanjutkan.

– Masukkan nomor telepon.

Setelah mengisi nomor telepon, maka kode OTP yang dikirimkan melalui SMS.

Nah, ketika swafoto, pastikan foto yang kamu unggah ketika mendaftar sudah sesuai dengan ketentuan agar akun dapat diverifikasi.

Pastikan juga seluruh wajah terlihat jelas, jangan gunakan kacamata, penutup kepala, apalagi menggunakan masker.

c. Ikuti tes

Siapkan kertas dan alat tulis untuk mengikuti Tes Motivasi dan Kemampuan Dasar secara online.

d. Klik ‘Gabung’ pada Gelombang yang sedang dibuka.

e. Nantikan pengumuman peserta yang lolos seleksi Gelombang melalui SMS.

4. BLT Dana Desa

Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan kembali dilanjutkan pada 2022 adalah BLT yang berasal dari Dana Desa.

BLT Dana Desa diberikan kepada keluarga miskin dan tidak mampu di desa dengan besaran bantuan tunai sebesar Rp 300.000/keluarga penerima manfaat (KPM) per bulan.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan, BLT Dana Desa akan diberikan pada warga miskin dan miskin ekstrem yang belum dapat jaring pengaman sosial.

“BLT 2022 masih disediakan untuk warga miskin dan miskin ekstrem yang belum dapat jaring pengaman sosial dari pemerintah di semua tingkatan, juga bagi keluarga miskin akibat Covid-19,” kata Halim.

Berdasarkan PMK Nomor 222/PMK.07/2020, berikut kriteria keluarga penerima BLT Dana Desa:

a. Keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di Desa bersangkutan.

b. Tidak termasuk penerima bantuan;

– Program Keluarga Harapan (PKH)

– Kartu Sembako

– Kartu Pra Kerja

– Bantuan Sosial Tunai

– Program bantuan sosial pemerintah lainnya

Apabila keluarga penerima manfaat merupakan petani, BLT Dana Desa dapat digunakan untuk kebutuhan pembelian pupuk.

BLT UMKM Diperpanjang?

Sementara itu, sejumlah masyarakat mempertanyakan ‘nasib’ Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau bantuan langsung tunai (BLT) UMKM pada 2022.

Apakah bantuan yang diberikan kepada pelaku UMKM ini diperpanjang atau justru dihentikan?

Mengutip dari pemberitaan Kompas.com pada September 2021, dilanjutkan atau tidaknya program BLT UMKM tergantung kebijakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) yang diketuai oleh Menko Perekonomian.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata.

Sementara itu, Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya mengatakan, pihaknya juga belum bisa memastikan kelanjutan program BLT UMKM tersebut.

Saat ini, Kemenkop UKM masih menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait anggaran program BLT UMKM 2022.

“BPUM tahun depan kita menunggu (keputusan) dari Kemenkeu.”

“Kalau diminta lagi kita siap, karena masih banyak yang membutuhkan dan berharap menerima bantuan ini,” kata Eddy.

Menurut Eddy, kelanjutan program BLT UMKM akan sangat tergantung kepada alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022.

Meski belum ada kepastian soal nasib BLT UMKM 2022, Kemenkop UKM memastikan akan terus melakukan evaluasi penyaluran bantuan tersebut, baik secara internal maupun dengan melibatkan lembaga lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *