Istri yang Baik “Memiliki Ciri Khas Langka Ini”! Kalau Pasanganmu Sudah Memiliki Setidaknya “3 Ciri Khas” Ini Saja, Nunggu Apalagi Halalkan Dia Sekarang Juga!!!

Bagikan.online – Rumah tangga, itu harus harmonis dan bahagia bukan? Elemen terpenting dalam rumah tangga berpacu kepada suami dan istri, pendiri rumah tangga tersebut, namun posisi seorang istri mungkin mengambil peranan terpenting dalam rumah tangga ini.

Gimana sih seorang istri harus berperan dalam rumah tangga? Mungkin boleh lihat ulasan di bawah ini :

▼Memaklumi kamu, mengasihi kamu: Istri yang baik, dia akan sangat mengerti dirimu penuh dengan kekurangan. Bagi seorang istri, memaklumi suaminya itu tidak mudah, dia harus memaklumi hasil uang yang kamu hasilkan. Dari “memaklumi” inilah, dia akan belajar mengasihimu, menghiburmu ketika kamu sedang down.

▼Menjaga hubungan menantu mertua agar selalu baik : Sesukses apapun seorang pria, jika diperhadapkan dengan hubungan menantu mertua pasti bakal pusing! Seorang istri yang baik, dia mengerti bagaimana harus mengatur hubungannya dengan mama suaminya karena dia tahu, hal itu akan sangat merepotkan suaminya.

▼Mengerti bagaimana berdiri di posisi orang lain : Ketika terjadi kecanggungan antara dua orang, dia mengerti bagaimana “berdiri di posisi orang lain”. Dia tidak akan mau “perang dingin”, dan tidak akan sembarangan ngamuk! Dia mengharapkan solusi, bukan malah memperpanjang masalah.

▼Menjaga Pride / Image seorang pria itu penting! Seorang istri yang baik tahu bagaimana bikin suaminya itu bangga di depannya, tidak akan mempermalukan dia sekalipun suaminya tidak bisa apa – apa!

▼Bertalenta, pintar menata rumah, pintar masak, semua orang suka dengan wanita ini, tetapi yang bikin Pria Jatuh Cinta terus adalah “KETIKA MEREKA DISAMBUT OLEH ISTRI YANG MEREKA PILIH SETIAP PULANG KE RUMAH!”

Memiliki istri yang baik, tentu saja dia akan jadi suami yang baik juga. Pernikahan bukan soal jalan pintas, melainkan harus ada perjuangan dan penataan.

Sumber:Toutiao

Suami Mandul Istri Ngotot Hamil. Pasrah Istrinya Digituin Mantan, Pas Lahir Bikin Syok Anak Itu!

Bagikan.online – Pernikahan adalah soal kejujuran, soal kasih sayang dan saling menjaga.

Saling terbuka menjadi kekuatan hubungan yang tahan lama, lantaran sekali saja berbohon akan diikuti dengan kebohongan selanjutnya.

Seperti kisah nyata dari Elite Reader berikut ini.

Saya dan istri saling kenal di kantor, ia adalah seorang gadis kota yang memiliki pemikiran yang terbuka, dan saya begitu tertarik dengan wanita sepertinya.

Cantik, menarik dan penuh dengan rasa humor yang tinggi, gak perlu waktu lama sampai aku benar-benar terpikat olehnya.

Saat rekan kantorku mengetahui bahwa saya sedang berusaha PDKT dengannya, mereka memberitahukan kepadaku tentang latar belakang mantan pacar istriku.

Tapi saya tidak mendengarkan mereka dan saya juga tidak peduli dengan masa lalunya.

Pikirku, hal yang sudah berlalu, biarlah berlalu, tidak perlu diungkit atau bahkan dibesar-besarkan lagi.

Tidak lama kemudian, akhirnya saya mengungkapkan perasaan padanya, memintanya untuk menjadi pacar saya.

Di luar dugaan saya, ia bahkan begitu cepat langsung menyetujuinya. Mungkin inilah yang dinamakan takdir.

Perjalanan cinta kami terjalin begitu cepat, bahkan kalah dengan perusahaan yang sedang berkembang.

Orang tuanya terus menerus mendesak supaya kami cepat menikah.

Sebenarnya saya pun tidak begitu buru-buru ingin menikah, namun karena pihak wanita ingin supaya kami cepat-cepat melangsungkan pernikahan, ya saya hanya bisa mengiyakan permintaan mereka.

Bahkan pihak wanita hanya meminta uang 23 juta sebagai uang lamaran.

Hal ini benar-benar mengagetkan pihak keluarga saya.

Biasanya untuk melamar gadis kota, diperlukan dana lebih banyak dari itu.

Setelah menikah, kami masih bekerja di perusahaan yang sama, setiap harinya berangkat dan pulang kerja bareng-bareng.

Makan bareng, bersih-bersih rumah, yang mana saya merasa bahwa kehidupan pernikahan benar-benar tidaklah semudah yang kita bayangkan.

Setelah selesai kerja, kami pun pulang ke rumah dengan keadaan fisik yang sudah begitu lelah.

Kami pun tertidur begitu saja. Tapi ayah dan ibu saya tidak setuju, mereka meminta kami untuk memberikan cucu bagi mereka.

Akhirnya untuk memenuhi permintaan orang tua, kami pun berusaha.

Namun gak disangka, setelah mencoba selama 1 tahun, tapi istri saya tetap saja masih belum hamil.

Sedangkan ayah dan ibu semakin mendesak kami. Akhirnya kami pun pergi bertanya ke sana-sini, tapi tidak ada gunanya.

Akhirnya kami pergi ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan

Saat itu baru diketahui bahwa ternyata saya yang tidak bisa memberikan anak untuk istri saya.

Saya merasa begitu bersalah pada istri saya, tidak bisa memberikannya buah dari hasil cinta kami.

Ayah dan ibu juga begitu kecewa dan berkata, “Kelanjutan keturunan di keluarga kita akhirnya berhenti di sini.”

Saya berusaha untuk menghibur ayah dan ibu dengan berkata,

“Tidak apa, kita kan bisa mengadopsi anak. Asalkan ia anak yang baik dan patuh, maka ia bisa menjadi penerus keturunan keluarga ini.” Akhirnya ayah dan ibu pun perlahan menerima kenyataan ini.

Akhirnya saya meminta maaf pada istri saya, berharap kalau dia bisa mengerti keadaan saya, dan kami pun memutuskan untuk mengadopsi seorang anak.

Istriku begitu cepat menyetujui ide ini dan meminta agar hal ini biarlah ayah dan ibunya yang mengurusinya.

Saya pun mengangguk mengiyakan permintaannya itu.

Tak berapa lama, langsung ada kabar tentang adopsi yang hendak kami lakukan.

Ibu mertua mengatakan bahwa ada seorang anak laki-laki dari kerabat mereka yang berusia 1 tahun yang ingin diberikan bagi mereka untuk diadopsi.

Saya merasa, ini sangat baik karena kami kenal siapa orang tua mereka.

Jadi, mertua saya langsung membawa pulang anak itu ke rumah.

Orang tua saya begitu menyukai anak itu.

Mereka begitu semangat menjaga dan merawat anak itu. Dan anak kami pun hari demi hari tumbuh menjadi seorang anak yang sehat.

Setelah 2 tahun berlalu, para tetangga mulai berkomentar, “Kenapa anak yang diadopsi ini tumbuh begitu mirip dengan istrimu?”

Awalnya saya jelaskan pada mereka bahwa ini mungkin karena anak ini masih memiliki hubungan darah dengan pihak istri saya.

Namun hari demi hari berlalu, saya pun menyadari bahwa anak ini begitu mirip dengan istri saya, hingga akhirnya timbullah kecurigaan

Akhirnya saya diam-diam mengambil rambut istri dan anak saya ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA.

Saat ahsilnya keluar, laporan yang ada di depan mata saya benar-benar membuat saya kaget tak mampu berkata-kata.

Ternyata anak ini benar adalah anak istri saya. Saya langsung lemas seketika di atas lantai, begitu berat bagi saya untuk menerima kenyataan ini.

Saya membawa laporan itu pulang ke rumah dan mencari istri saya.

Saat melihat itu, istri saya begitu gugup dan akhirnya berusaha menjawab pertanyaan saya.

Ia mengatakan bahwa anak ini adalah anak hasil hubungannya dengan pacar lamanya.

Pacar lamanya meninggalkan dirinya dan anaknya saat itu, dan menyebabkan ayah dan ibunya begitu tertekan dan akhirnya berusaha untuk menikahkan anak perempuannya sesegera mungkin.

Tapi membawa anak ini masuk ke keluarga kami, itu benar-benar sangatlah sulit untuk dimaafkan.

Ia juga menjelaskan bahwa awalnya ia sama sekali tidak berencana untuk membawa anak ini masuk ke keluarga ini.

Saya benar-benar kecewa berat, bahkan saat melihat anak ini, saya benar-benar tidak tau apa yang harus saya lakukan, tidak tau juga bagaimana cara menjelaskan kepada ayah dan ibu saya.

Teringat kembali janji nikah saya sewaktu menikahi istri saya, akhirnya dengan sangat berat, saya memutuskan untuk melupakan semua masa lalunya dan menerima anak itu apa adanya.

Saya pun menyimpan erat-erat rahasia ini agar tidak diketahui orang tua saya.

Cukup saya saja orang yang menjadi kecewa dari kejadian ini.

Perlahan, saya pun mulai memupuk kembali cinta kepada istri saya. Dan kami pun tetap hidup bahagia dalam pernikahan ini.

(Sripoku.com/Candra)